Kamis, 27 Maret 2025

Jadilah Juara di Bulan Suci

MENJADI FINALIS RAMADHAN


Sobat gudang da'i,Memasuki hari-hari terakhir Ramadhan banyak orang lebih menyukai menghabiskan waktu untuk belanja persiapan menyambut hari raya dari pada mengisinya dengan melakukan amalan-amalan ibadah terbaik. Allah Azza wa Jalla berfirman,

وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)

Saudaraku, Pada setiap perlombaan selalu ada yang disebut finalis. Disebut finalis

karena bisa bertahan sampai akhir. Jika ada yang bertahan maka ada juga yang gugur atau tidak bertahan. Di awal perlombaan banyak peserta itu biasa. Seiring waktu maka mulai berguguran dan yang bertahan itulah finalis. Demikian pula dengan Ramadhan.

Finalis Ramadhan adalah mereka yang mampu bertahan di hari-hari terakhir. Finalis Ramadhan harus lebih baik lagi dibandingkan hari-hari awal. Jika di awal biasa saja maka di hari-hari terakhir harus maksimal.

Saudaraku, Lakukan ibadah yang terbaik. Sedekahlah terbaik. Bacalah Al Qur'an terbaik. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di hari-hari terakhir mengencangkan sarungnya. Tidak mendekati istrinya. Beliau iktikaf di masjid. Menghidupkan malamnya dengan shalat. Mengkhatamkan Al Quran dalam sekali shalat lail. Jadi semalam 30 juz. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda "amalan itu dinilai di akhirnya." Jika pada awal Ramadhan tidak mampu menyambut dengan baik karena masih kurang ilmu dan waktu maka tutup atau akhiri dengan yang terbaik. Maksimalkan hari-hari terakhir. Jadilah finalis Ramadhan yang tidak pernah menyerah kecuali jadi pemenang.

Pada pertandingan sepakbola saat _injury time_ di babak final semua pemain akan habis-habisan. Bahkan penjaga gawang juga maju ikut menyerang. Kemenangan yang diraih saat final dan _injury time_ akan menjadi kemenangan yang terindah. Bagi yang kalah itu juga menjadi kekalahan tak terlupakan yang paling menyakitkan...

Saudaraku, Ada perbedaan finalis Ramadhan dan sepakbola. Pada finalis Ramadhan semua bisa jadi juara. Lawannya bukan orang lain tapi diri sendiri. Siapa yang mampu menjaga semangat amalannya maka bisa jadi pemenang. Siapa yang malas maka itulah yang kalah. Oleh karena itu di akhir Ramadhan mari perbanyak doa, istighfar, shalat dan tilawah...

Hidupkan malamnya untuk meraih Lailatul Qadr yang lebih

baik dari 1000 bulan. Siapa yang beribadah pada malam itu maka

pahalanya lebih dari 83 tahun 4 bulan beribadah di bulan di luar

Ramadhan. Jangan sampai menyesal karena menjadi pecundang Ramadhan. Tidak ada jaminan masih ada umur sampai tahun depan. Mari isi tiap detik di akhir Ramadhan dengan amal ibadah terbaik.

Di kesempatan yang baik ini mari kita memanjatkan doa kehadirat Allah Azza wa Jalla,

اَللُّهُمَّ لاَ تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا اِلاَّ غَفَرْتَهُ

 وَلاَ هَمًّا اِاِاِلاَّوَيَسَّر

وَلاَ عَيْبًا اِاِلاَّوَيَسَّرْت

وَلاَ سَقَمًا اِلاَّوَيَسَّرْتَه

وَلاَ حَاجَةً اِلاَّ قَضَيْتَهَا وَيَسَّرْتَهَا

 فَيَسِّرْ لَنَا اُصُقُاَعْمَ

وَاشْرَحْ صُقُاَعْمَال

وَنَوِّرْ قُاَعْمَالَن

وَاخْتِمْ بِالصَّالِحَاتِ اَعْمَالَنَا

Yaa Allah, tiada dosa kami melainkan Engkaulah yang mengampuninya.

Tiada kesedihan kami melainkan Engkaulah yang menghilangkannya.

Tiada aib bagi kami melainkan Engkaulah yang menutupinya.

Tiada penyakit pada kami melainkan Engkaulah yang menyembuhkannya. 

Tiada hajat kami melainkan Engkaulah yang memenuhi dan yang memudahkanya, maka berilah kemudahan dalam semua urusan kami.

Bukalah hati kami,Terangilah kalbu kami,Dan tutuplah semua amal kami dengan kebaikan.

Semoga Allah Azza wa Jalla mengaruniakan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita tetap istiqamah senantiasa menjaga semangat amal Ramadhan dengan sebaik-baiknya untuk meraih ridha-Nya.

Sabtu, 22 Maret 2025

Tips Tetap Syukur dan Sabar

JADIKANLAH SUKAMU ADALAH SYUKUR DAN DUKAMU ADALAH SABAR


Sobat gudang da'i,Kehidupan ini tak selamanya indah. Senang dan duka datang silih berganti. Hal ini semakin memantapkan hati untuk menilai kehidupan dunia ini adalah semu. Kebahagiaannya semu. Demikian juga Kesedihannya semu...

Ada kehidupan selanjutnya di hadapan kita. Itulah negeri akhirat. Abadi dan hakiki. Di sanalah tempat istirahat dan bersenang-senang yang hakiki, yakni di surga-Nya yang penuh limpahan rahmat dan kenikmatan. Atau kesengsaraan hakiki, di neraka yang panas membara. Tempat kembali orang-orang durhaka kepada Sang Pencipta.

Saudaraku,Kesenangan dunia dan kesengsaraannya adalah ujian dari Allah Azza wa Jalla. Apakah menjadi hamba yang bersyukur saat diberi nikmat dan sabar saat diberi cobaan, ataukah sebaliknya. Karena dunia ini adalah _daarul ibtilaa’_ (negeri tempat ujian). Allah Azza wa Jalla berfirman,

وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Wahai manusia, Kami akan menguji kalian dengan kesempitan dan kenikmatan, untuk menguji iman kalian. Dan hanya kepada Kamilah kalian akan kembali.” (QS. Al-Anbiya: 35).

Ikrimah rahimahullah pernah mengatakan,

ليس أحد إلا وهو يفرح ويحزن، ولكن اجعلوا الفرح شكراً والحزن صبر

“Setiap insan pasti pernah merasakan suka dan duka. Oleh karena itu, jadikanlah sukamu adalah syukur dan dukamu adalah sabar.”

Senang dan duka adalah sunatullah yang pasti mewarnai kehidupan ini. Tidak ada seorang manusia pun yang terus merasa senang, dan tidak pula terus dalam duka dan kesedihan. Semuanya merasakan senang dan duka datang silih berganti. Jangankan kita, generasi terbaik umat ini, para wali Allah, yakni para sahabat Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam pun pernah dirundung kesedihan. Allah Azza wa Jalla mengisahkan keadaan mereka saat kekalahan yang mereka alami dalam perang Uhud,

وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِين

“Dan masa kejayaan dan kehancuran itu Kami pergilirkan di antara manusia agar mereka mendapat pelajaran; dan supaya Allah ingin memberi bukti kebenaran kepada beriman dengan orang-orang kafir dan menjadikan sebagian di antara kalian sebagai syuhada’. Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.” (QS. Ali Imran: 140)

Saudaraku,Allah Azza wa Jalla menciptakan kebahagiaan dan kesedihan agar manusia menyadari nikmatnya kebahagiaan, sehingga ia bersyukur dan berbagi. Dan sempitnya kesedihan diciptakan agar ia tunduk bersimpuh di hadapan Allah Azza wa Jalla yang maha rahmat dan mengasihi, serta tidak menyombongkan diri. Hinggalah ia hanya mengadu harap di hadapan Allah Azza wa Jalla. Merendah, bersimpuh pasrah kepada Allah Azza wa Jalla yang maha penyayang. Seperti aduannya Nabi Ya’qub saat lama berpisah dengan putra tercinta; Yusuf ‘alaihi sallam,

إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ

“Sesungguhnya hanya kepada Allah aku mengadukan penderitaan dan kesedihanku.” (QS. Yusuf: 86)

Sungguh senantiasa ada hikmah dalam ketetapan Allah Azza wa Jalla yang maha hakim (bijaksana) itu,

وَأَنَّهُ هُوَ أَضْحَكَ وَأَبْكَىٰ

“Dialah Allah yang menjadikan seorang tertawa dan menangis.” (QS. An-Najm: 43)

Oleh karena itu, tidaklah tercela bila seorang merasa sedih. Itu adalah naluri. Tak ada salahnya bila memang sewajarnya. Terlebih bila sebab-sebab kesedihan itu suatu hal yang terpuji. Seperti yang dirasakan orang beriman saat melakukan dosa, di mana Nabi mengabarkan bahwa itu adalah tanda iman,

مَنْ سَرَّتْهُ حَسَنَاتُهُ وَسَاءَتْهُ سَيِّئَاتُهُ فَهُوَ الْمُؤْمِنُ

“Barangsiapa yang merasa bergembira karena amal kebaikannya dan sedih karena amal keburukannya, maka ia adalah seorang yang beriman.” (HR. Tirmidzi).

Atau seorang merasa sedih saat tertidur di sepertiga malam terakhir hingga luput dari sholat tahajud, ini suatu hal yang terpuji. Ini tanda adanya cahaya iman dalam hatinya...

Saudaraku,Ternyata bila kita amati, kata-kata sedih dalam Al-Qur'an tidaklah datang kecuali dalam konteks larangan atau kalimat negatif (peniadaan). Sebagaimana yang dijelaskan Ibnul Qayyim rahimahullah dalam bukunya _Madaarijus Saalikiin,_

Dalam konteks larangan, misalnya adalah firman Allah Azza wa Jalla,

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Janganlah kamu lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, karena kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. Ali Imran: 139)

وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ

“Dan janganlah kamu berduka cita terhadap mereka.” (QS. An-Nahl: 127)

لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا ۖ

“Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.” (QS. At-Taubah: 40)

Semoga Allah Azza wa Jalla mengaruniakan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita tetap istiqamah senantiasa menjadikan suka adalah syukur dan duka adalah sabar untuk meraih ridha-Nya.

Senin, 17 Maret 2025

3 Kriteria Manusia yang Baik

Kriteria Manusia yang dikehendaki menjadi Baik oleh Allah SWT

Sobat gudang da'i,Setiap manusia tentu mendambakan menjadi orang yang baik. Karena sejatinya kehidupan akan membaik ketika manusia pun juga memulai kebaikan dari dirinya sendiri terlebih dahulu...

Kebaikan yang selalu mereka dambakan, bukanlah tak berarti. Melainkan kebaikan itulah yang akan membantu mereka meraih ridha Allah Azza wa Jalla. Karena Allah Azza wa Jalla adalah dzat Yang Maha Baik, maka Allah juga mencintai hamba yang baik.

Dalam kitab Nashaihul Ibad, Karya Syekh Nawawi Al-Bantani yang merupakan syarah atas kitab Syekh Syihabuddin Ahmad bin Hajar Al-Asqalani (Ibnu Hajar Al-Asqalani) dijelaskan, terdapat 3 kriteria seorang hamba yang dikehendaki oleh Allah Azza wa Jalla untuk menjadi orang yang baik. Syekh Nawawi berkata:

Pertama, ketika Allah Azza wa Jalla menghendaki seorang hamba untuk menjadi orang baik, maka Allah Azza wa Jalla menguatkan agamanya.

Agama seorang hamba tersebut dikuatkan oleh Allah Azza wa Jalla. Dikuatkanlah keimanannya. Sehingga hamba tersebut tetap teguh menapaki jalan kebaikan, meskipun godaan malang melintang. Sesuai dengan sabda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam:

"Barang siapa yang dikehendaki menjadi baik maka dikuatkanlah ia dalam perkara agama."

Kedua, dizuhudkanlah hamba tersebut di dalam perkara dunia.

Hamba yang baik, adalah hamba yang tidak tergiur sedikitpun akan gemerlap pesona dunia. Ia berpikir bahwa dunia hanyalah tempat singgah semata. Hanya perkara yang fana. Hamba yang baik hanya mengingat satu perkara, yaitu janji Allah Azza wa Jalla akan kehidupan akhirat yang kekal adanya. Ia ingat betul akan peringatan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang perkara dunia, bahwa:

"Cinta dunia adalah pokok dari segala keburukan."

Ketiga, diperlihatkanlah aib-aib dalam dirinya sendiri.

Hamba yang baik tidak sibuk dengan sesuatu yang tidak berguna. Mencari-cari aib sesamanya. Membicarakan keburukan orang lain. Terlebih, merasa dirinya lebih baik dan memandang orang lain terlalu buruk. Sungguh, hal tersebut jauh dari diri seorang hamba yang baik. Hamba yang baik adalah hamba yang tidak pernah membicarakan keburukan orang lain.

Ia oleh Allah Azza wa Jalla disibukkan dengan aib-aib pribadinya. Ia disibukkan dengan berintrospeksi diri, _muhasabatun nafsi._ Mencari-cari kekurangan diri sendiri untuk kemudian ia perbaiki agar kelak ia benar-benar menjadi hamba yang baik. Hal ini senada dengan perkataan ulama ahli hikmah:

"Beruntunglah bagi orang yang disibukkan dengan aib pribadinya dari pada aib-aib manusia."

Terlepas dari itu semua, Ba'dul Hukama', sebagian ulama ahli hikmah juga menerangkan bahwa sesungguhnya manusia sudah bisa meraba-raba nasibnya apakah ia ditakdirkan manjadi orang baik atau sebaliknya yaitu dengan melihat aktifitas sehari-harinya. Apakah ia dimudahkan dalam kebaikan ataukah tidak. Jika iya, maka ia benar-benar ditakdirkan menjadi orang baik. Karena mereka (ulama ahli hikmah) berkata:

"Tiap-tiap manusia itu dimudahkan untuk apa ia diciptakan."

Jadi, ketika seorang hamba selalu diliputi dengan kebaikan demi kebaikan, maka beruntunglah manusia itu. Ia ditakdirkan menjadi orang baik...

Saudaraku,Adapun perkara yang dimurkai oleh Allah Azza wa Jalla di antaranya adalah suka berpsangka. Allah Azza wa Jalla telah berfirman,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱجۡتَنِبُواْ كَثِيرًا مِّنَ ٱلظَّنِّ

“Wahai orang-orang yang beriman, hindarilah dari banyak berprasangka.” (QS. Al-Hujurat: 12)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ

“Tinggalkanlah berprasangka, karena berprasangka adalah sedusta-dustanya pembicaraan.” 

(HR. Muslim, dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu)

Bahkan, Islam melarang seseorang memberitakan setiap apa yang dia dengar dan setiap apa yang dia lihat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,

كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

“Cukuplah seseorang dianggap dusta dengan dia membicarakan setiap apa yang dia dengar.” 

(HR. Muslim, dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu)

Terlebih lagi kalau sampai berdusta, padahal Allah Azza wa Jalla telah berfirman,

وَٱجۡتَنِبُواْ قَوۡلَ ٱلزُّورِ 

“Jauhilah perkataan dusta.” (QS. Al-Hajj: 30)

Di dalam sebuah hadits, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا

“Jauhilah dusta, karena berdusta akan mengantarkan kepada keburukan, sedangkan keburukan akan mengantarkan ke neraka. Jika seseorang selalu berdusta dan menekuninya, niscaya akan ditulis di sisi Allah Azza wa Jalla sebagai pendusta.” 

(HR. al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu)

Semoga Allah Azza wa Jalla mengaruniakan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita tetap istiqamah senantiasa mendambakan kebaikan demi kebaikan untuk meraih ridha-Nya.

Kamis, 27 Februari 2025

Tempat Pelaksanaan Rukyah Hilal di Jatim

Daftar Tempat Rukyatul Hilal dan Penanggung Jawab Kegiatan.



Sahabat gudang da'i. Rukyatul Hilal, bukan sekadar pengamatan bulan sabit biasa. Ini adalah momen sakral, pertemuan antara langit dan tradisi, penanda dimulainya bulan-bulan suci dalam kalender Hijriah. Utamanya bagi kebanyakan Masyarakat Indonesia pengikut Madzhab Imam Syafi'i yang berhaluan Aswaja An Nahdliyyin. Atau NU. 

Bayangkan, di senja 29 bulan Hijriah, tepatnya pada hari Jumat tanggal 28 Februari 2025, mata-mata tertuju ke ufuk barat. Di sana, di antara sisa cahaya senja, hilal yang tipis dicari. Jika terlihat, takbir bergema, menandai awal bulan baru. Jika tidak, kesabaran diuji, bulan digenapkan menjadi 30 hari.
Rukyatul Hilal bukan hanya soal melihat. Ini tentang kebersamaan, tentang menyatukan hati dalam pengharapan. Di Indonesia, dari Sabang hingga Merauke, umat Islam berkumpul di lokasi-lokasi strategis, mengamati langit dengan khidmat.
Meski teknologi telah menawarkan prediksi astronomi yang akurat, keindahan dan kesakralan Rukyatul Hilal tetap tak tergantikan. Ini adalah warisan budaya dan agama yang terus hidup, menghubungkan generasi demi generasi dengan langit dan tradisi.

Daftar Lokasi Rukyatul Hilal Penentuan 1 Ramadlan 1446 Hijriyah Lembaga Falakiyah NU se Jawa Timur

Jum'at, 29 Sya'ban 1446 H / 28 Februari 2025 M

1. POB Sunan Kaliwining Jember

Koordinat : 113° 38`06`` BT - 08° 11'43``  LS - 87 m Dpl

Penyelenggara :  

LFNU Jember, BHR Jember dan Bengkel Falak Indonesia Bersama Lab Falak Universitas Islam Jember

PJ : RM Khotib Asmuni, Eka Yudha Novanda

087701441007-082143271816


2. MAN 3 kediri

Koordinat : -7°44'17" 112°16'43" 150m

Penyelenggara :  BHR KAB. KEDIRI. PP. LIRBOYO. LFNU KAB. KOTA KEDIRI. YUNUSIAH

PJ : REZA ZAKARIA

08563645498


3. Observatorium Jokotole IAIN Madura

Koordinat : 7° 11' 58,2" LS  113° 28' 22,9" BT

Penyelenggara : THR IAIN Madura, LFNU, BHR, Lembaga Falak 

PJ : Hosen  085895883509


4. Balai Rukyat NU Condrodipo

Koordinat : 7° 10' 11,1" LS   112° 37' 2,5" BT

Penyelenggara : LFNU Gresik

PJ : Muchyiddin 085655042590 / 08123564683


5. Balai Rukyat Ibnu Syatir PP. Al Islam Ponorogo

Koordinat: 7 55' 52" LS 111 30' 33" BT

Penyelenggara : PP. Al Islam, LFNU Ponorogo, WDO IAIN Ponorogo, BHR Ponorogo.

PJ : Ahmad Junaidi 081335789033 


6. Lereng Gunung Pandan Saradan

Koordinat:  7° 29' 23,6" LS 111° 42' 53,3" BT

Penyelenggara : LF-PCNU Kab.Madiun dan Kemenag Kab. Madiun

PJ : Ali Maksum 085732273999


7. Pantai Taneros Sumenep Ambunten

-6°52'59" LS. 113°46'19" BT. Elv. 3m

Pelaksana: LF NU dan BHR Sumenep

PJ: Moh. Fathor Rois 087849567291


8. Masjid Agung At Taqwa Bondowoso

Koordinat : -7° 54' 45,28" LS   113° 49' 14,16" BT Dip 305 m dpl

Penyelenggara : LF PCNU Kabupaten Bondowoso

PJ : Suharyono (082232961096) 


9. Nama : AWR (Lapangan Tembak) desa Jatimulyo-Kunir Lumajang

Koordinat : -8° 16' 25" LS   113° 13' 7" BT Dip 38.3 m dpl

Penyelenggara : LFNU Kab. Lumajang dan BHR Kemenag Kab. Lumajang

PJ : Abdul Wahid (085230794324)


10. Nama : Bukit Wonocolo - Kedewan - Bojonegoro 

Koordinat : -7° 03' 14.4" LS ; 111° 40' 21.7" BT  ; Dip 275 Mdpl

Penyelenggara : BHR kab. Bojonegoro, LFNU Bojonegoro

PJ : Mochammad Charis (081235808899)


11. Ponpes Bayt Al Hikmah - Kota Pasuruan 

Koordinat 

112  54'  44" BT,  7  39'  40" LS, T.  18 mdpl

Penyelenggara: LF PCNU Kota Pasuruan, BHR Kemenag Kota Pasuruan, PP Salafiyah, LF Sidogiri

Cp 

M Kholil 082143877797


12. Pantai Ngliyep Malang 

Penyelenggara : LF PCNU Malang, Kemenag Kab Malang dan BHR Malang

Cp. Gus Jun 0851-0488-8842


13. Pantai Kalbut Kabupaten Situbondo

      Bujur 114°  0'  46"  BT       Lintang  7°  37'  29"  LS      Time Zone  7 GMT        Ketinggian  13 meter

Penyelenggara : LF PCNU Situbondo dan BHR Kab. Situbondo

PJ : Irpan Hilmi=08113632288


14. Kalikunting Tambakan Bangil Kab. Pasuruan

Lintang : -7° 34' 44.30"

Bujur : 112° 47' 08.40"

TT : 3 mdpl

Penanggung jawab : 

- M. Rusdi dkk (LFNU Kab. Pasuruan) 

WA. 085791000216 


15. Banyuwangi

Lokasi Bukit Gumuk* *Klasi Indah, 

LS: -8° 17° 39°

BT: 114° 12° 05°

TT: 292m

Penanggungjawab Gufron Musthofa (PCLFNU / BHR Banyuwangi) 08123481847


16. Menara Rakyat Banyurip Senori Tuban

Kordinat : 7° 03' 35.24" LS  111° 42' 17.37" BT ( BHR Kab. Tuban, LFNU Tuban) 

Fuaduddin, 08819516992    


17. Pantai Tajungmulya Sangkapura Bawean Gresik

Lintang : -5° 47' S

Bujur     : 112° 35' BT

MDPL   : 50 meter

PJ : MOH.KHOLIL

WA/HP :082231544471


18. Balai Rukyat Masjid Agung Darussalam (MADASA) Mojokerto.

Lintang = -7° 29' 18,39" LS

Bujur = 112° 25' 12,80" BT

Tinggi Tempat 50 mdpl

(LFNU Kab. Mojokerto, BHR Kab. Mojokerto, Kemenag Kab. & Kota Mojokerto, MUI, DMI)

Penanggungjawab : Syamsudin, S.Pdi

Hp : 0821-3141-3997


19. POB MASJID JAMI' PP. DENANYAR JOMBANG. 

Lintang = -7° 32' " LS

Bujur = 112° 13' 04" BT

Tinggi Tempat 77 mdpl

(LFNU Kab.Jombang , BHR Kab. jombang)

Penanggungjawab : Mujayun 

Hp : 085730535040


20. Pantai Paseban Kencong Jember

Lintang : -8°19' LS

Bujur     : 113° 20' BT

Penyelenggara : LF PP. Assunniyyah, INAIFAS

PJ: M. Dzakwan (085212574286) 


21. Blitar, Bukit Banjarsari 

(LT : - 8° 12' 35" BT : 112° 9' 26,6" T 381 mdpl), penyelenggara : LF PCNU Kab. Blitar. Kemenag Kab. Blitar. MAN Wlingi.

 Cp:  CAK Bahrul :

 085 791564268


22. Pantai Srau Pacitan

Lintang : -8°15' 1,44"LS

Bujur     : 110° 59' 41.66" BT

Penyelenggara : LFNU Pacitan dan BHR Kemenag Pacitan

PJ: M. Khoirul Anam (0811377144) 


23. Sampang : Pelabuhan Tanden 

Koordinat : Lintang : -7 ' 13' 46"   Bujur 113' 17' 54.1"

Penyelenggara : LFNU Sampang

Ahmad su'uudi : 087750888463


24. Surabaya : Twin Tower B UINSA (OASA)

Koordinat : Lintang : -7° 19' 22.62"   Bujur 112° 44' 00.64"

Penyelenggara : LFNU Surabaya, Prodi Ilmu Falak UINSA dan Observatorium Astronomi Sunan Ampel (OASA)

Siti Tatmainul Qulub (085290373455), Novi Sopwan (081313124138)


25. Kraksaan Probolinggo : Pantai Duta Paiton

koordinat : 

  - Lintang : -7° 42' 39"

  - Bujur     : 113° 29' 42"

Penyelenggara : LF PCNU Kota Kraksaan dan Kemenag Probolinggo

Muchlison, M.HI, (085234549650)


26. Tanjung Kodok Lamongan Jatim

Koordinat: -7.0118390, 112.4245256

Penyelenggara: Kemenag, LFNU, BHR Lamongan

Pj: M. Khoirul Anam 08123260753

A. Muzakin 0815-5474-9526


27. Pelabuhan Kalbut semiring Mangaran Situbondo

Kordìnat

-7° 37' 29' LS

114° 00' 38" BT

Penyelenggara BHR Kabupaten Situbondo

H. Kaspon MHI

085258771869


28. Nama Lokasi : RSI Siti Hajar lantai 10

Koordinat :

-Lintang : -7⁰ 27’ 25.82”

-Bujur.    : 112⁰ 43’ 19.02”

Penyelenggara : LFNU Sidoarjo

Penanggung jawab : Khoirul Anam - Ketua LFNU Sidoarjo

No. WA aktif : 082141100366


29. Nama lokasi: Pantai Gebang Bangkalan

Koordinat :

Lintang : -6⁰ 59' 08"

Bujur : 112⁰ 47' 12"

Tinggi : 3 Mdpl

Penyelenggara : LF NU Bangkalan & BHR  Bangkalan

PJ :

Ust. Mauridi 0813-3696-5093

Ust. Moh. Thuba 0823-3371-1545 


30. Nama lokasi: Aula Lt. 4 RH Mahika

Koordinat :

Lintang : -7⁰ 30' 14,58"

Bujur : 112⁰ 43' 56,28"

Penyelenggara : Lajnah Falakiyah MAHIKA Sidoarjo

Penanggung Jawab: Faisal Rifqi 

0895327410387


31. Kantor Pemkab Malang Lantai 9

Koordinat:

Lintang:  -8° 8' 24" LS

Bujur: 112° 34' 12" BT

Tinggi: 400 Mdpl

Penyelenggara:

Pemkab Malang, Kemenag, LFNU Kabupaten Malang dan BHR

Pj. KH. Ach. Noer Junaidi (085104888842)

Khoirul Anwar (085755815857)


32. Observatorium PP. Darul Huda Mayak Ponorogo

Koordinat : -7° 52' LS  111° 29' BT 115 mdpl

Penyelenggara : Lembaga Falak Pondok pesantren bersama LFNU ponorogo

PJ : H. Umar 081335141443


33. Watoe Dhakon Observatory, IAIN Ponorogo

Koordinat

Lintang : -7⁰ 51’ 47”

Bujur : 111⁰ 29’ 33”

Penyelenggara: Fakultas Syariah, WDO, Reog Astronomy Club

Penanggung Jawab: Imroatul Munfaridah

+62 81335144542


34. Rooftop BPR Bank Jombang

Koordinat

Lintang : -7° 32’ 17,27"

Bujur : 112° 14’ 47,01"

Elevasi : 86 mdpl

Penyelenggara: Kemenag Jombang + LFNU Jombang

Penanggung jawab : H. Masrur

0856-4610-7006


35. Bukit Kerek Indah Ngawi

Lintang: -7° 22' 02,81" LS

Bujur: 111° 27' 42,90" BT

Elevasi: 149 mdpl

Penyelenggara: Kemenag Ngawi, Ngawi Astronomy Club, LF PCNU Ngawi

Penanggung Jawab: Anshori, +62 857-3631-1192

Semoga Bermanfaat, Semoga kita dapat mengisi bulan Ramadhan dengan full Ibadah kepada Allah baik dengan Siyam qiyam maupun tilawatil Quran

Rabu, 26 Februari 2025

Ramadhan dan Pasrah Diri

MENYAMBUT RAMADHAN DENGAN SEMAKIN MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH

Sobat gudang da'i,Pada hakikatnya, setiap orang beriman mempunyai hubungan yang sangat dekat dengan Allah Azza wa Jalla. Allah Azza wa Jalla berfirman,

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah, bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintah-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran."(QS. Al-Baqarah: 186)

Yakinilah bahwa kedekatan kita dengan Allah Azza wa Jalla mendatangkan manfaat yang sangat besar. Tidak ada doa kita yang tidak dikabulkan, tidak ada dosa kita yang tidak diampuni, tidak ada kesulitan kita yang tidak dimudahkan. Bahkan, setiap gerak ibadah kita terasa nikmat karena didasarkan pada rasa cinta kepada Zat Yang Maha Agung. Karena itu kita hendaknya berupaya menjaga kedekatan dengan-Nya...

Saudaraku,Kesedihan yang membuat kita semakin dekat dengan Allah Azza wa Jalla itu jauh lebih baik daripada kebahagiaan yang membuat kita lupa mengingat-Nya. Maka jangan dulu mudah mengeluh atas apa yang ditetapkan Allah Azza wa Jalla terhadap diri kita.

Apalagi jika hal itu berupa musibah ataupun masalah, karena bisa jadi semuanya adalah jalan Allah Azza wa Jalla agar kita semakin dekat dengan-Nya. Jangan mengeluh bila Allah Azza wa Jalla tetapkan masalah dalam hidup kita, karena itu adalah jalan agar kita terus bergantung pada-Nya. Dan mungkin saat kita mendapat kenikmatan, hati kita tak pernah kita asah dengan syukur, sehingga Allah Azza wa Jalla memberi sedikit ujian agar hati kita kembali bijaksana mengharap kebaikan-Nya.

Saudaraku,Saat Allah Azza wa Jalla menghadirkan kesulitan, janganlah dulu merasa berkecil hati dengan menyangka bahwa Allah Azza wa Jalla telah meninggalkan kita.

Karena Allah Azza wa Jalla tak pernah sedikitpun meninggalkan kita, hanya saja kita yang tidak pandai memahami hal itu, dan selalu bertindak seadanya dan semaunya. Allah Azza wa Jalla selalu dekat dengan hamba-hamba-Nya, bahkan lebih dekat dari yang kita sangkakan, maka tetaplah tenang saat Allah Azza wa Jalla datangkan ujian-Nya. Karena kita mempunyai Allah Azza wa Jalla dan tentunya Allah Azza wa Jalla tidak akan pernah memberi kita ujian di luar batas kemampuan kita...

Saudaraku,Allah Azza wa Jalla akan memberikan balasan sesuai dengan amalan yang kita lakukan ( _al jaza’ min jinsil ‘amal_), sebagaimana firman-Nya,

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat pula kepadamu.” (QS. Al Baqarah: 152)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

فَإِنْ ذَكَرَنِى فِى نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِى نَفْسِى ، وَإِنْ ذَكَرَنِى فِى مَلأٍ ذَكَرْتُهُ فِى مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ

“Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat).”

Juga dalam lafazh,

وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا ، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا ، وَإِنْ أَتَانِى يَمْشِى أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً

“Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan biasa, maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.”

Juga dikuatkan dalam hadits shahih lainnya,

إِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ عَبْدًا دَعَا جِبْرِيلَ فَقَالَ إِنِّى أُحِبُّ فُلاَنًا فَأَحِبَّهُ

“Jika Allah mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril seraya berkata, “Sesungguhnya Aku mencintai si fulan, maka cintailah dia.” (HR. Bukhari no. 7485 dan Muslim no. 2637)

Hadits ini menunjukkan betapa dekatnya hamba pada Allah Azza wa Jalla dan dekatnya Allah Azza wa Jalla pada hamba-Nya. Di antara nama Allah adalah: _Al Qariib Al Mujiib_ (Maha Dekat lagi Maha Mengabulkan)... 

Saudaraku,Musibah, ujian, ataupun masalah yang paling berat sekalipun akan senantiasa menjadikan kita semakin baik, bila kita memahami bahwa semua itu adalah jalan Allah Azza wa Jalla untuk memberi kita kasih sayang-Nya. Oleh karena itu senantiasalah berprasangka baik atas segala apapun yang sudah menjadi ketetapan-Nya, agar kita senantiasa semakin dekat dengan-Nya...

Bersabarlah atas musibah yang menimpa, karena Allah Azza wa Jalla takkan pernah mendatangkan ujian-Nya bila Allah Azza wa Jalla tak menyediakan hikmah yang luar biasa setelahnya, dan Allah Azza wa Jalla sudah pasti tahu apa-apa yang menjadikan kita semakin baik. Maka yakinlah bahwa musibah yang kita dapatkan saat ini hanyalah jalan agar kita tak jauh dari-Nya...

Semoga Allah Azza wa Jalla mengaruniakan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita tetap istiqamah di usia yang tersisa kita senantiasa berupaya mendekatkan diri kita kepada Allah Azza wa Jalla untuk meraih ridha-Nya..